TugasBesarSisdik Kontrol Ladang
1. Tujuan[Kembali]
- Mempelajari rangkaian aplikasi
multiplexer, demultiplexer, encoder, dan decoder pada sistem kontrol
ladang otomatis.
- Mempelajari prinsip kerja
aplikasi kontrol ladang otomatis menggunakan rain sensor, vibration
sensor, soil moisture sensor, dan phototransistor sebagai sistem
monitoring dan pengendalian kondisi ladang.
- Mempelajari simulasi rangkaian aplikasi kontrol ladang otomatis berbasis Proteus.
2. Alat Dan Bahan[Kembali]
1.
Voltmeter
DC Voltemeter
merupakan alat ukur yang digunakan untuk mnegukur tegangan DC.
2. Baterai
Digunakan
sebagai sumber tegangan pada rangkaian.
Konfigurasi
pin
Spesifikasi
Bahan:
A. Resistor
Spesifikasi
resistor yang digunakan:
a.
Resistor 10 ohm
b.
Resistor 220 ohm
c.
Resistor 10k ohm
Datasheet
resistor
B.
Logic State
C. Transistor
NPN
Transistor NPN merupakan jenis transistor bipolar yang menggunakan arus
listrik kecil dan tegangan positif pada terminal Basis untuk mengendalikan
aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari Kolektor ke Emitor. Komponen ini
berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching), stabilitasi
tegangan, modulasi sinyal, dan lain lain.
Spesifikasi
dan konfigurasi pin:
Spesifikasi
D. Relay
Relay
adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen
Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni
Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay
menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga
dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang
bertegangan lebih tinggi.
Spesifikasi
tipe relay: 5VDC-SL-C
Tegangan coil: DC 5V
Struktur: Sealed type
Sensitivitas coil: 0.36W
Tahanan coil: 60-70 ohm
Kapasitas contact: 10A/250VAC, 10A/125VAC, 10A/30VDC, 10A/28VDC
Ukuran: 196154155 mm
Jumlah pin: 5
Konfigurasi Pin
Datasheet Relay
E. Dioda
Dioda
adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang
memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan
menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur).
F. LED
G. OP-AMP
Operational
Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah Op-Amp adalah salah satu dari
bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp
terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang
terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan
Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas.

H. Motor
DC
Motor
Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik
menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut
sebagai Motor Arus Searah.
Konfigurasi
Pin
Pin 1 :
Terminal 1
Pin 2 :
Terminal 2
Spesifikasi
Motor DC
I.
Sensor Getar
Spesifikasi:
· Vin
: DC 5V 9V.
· Radius
: 180 derajat.
· Jarak
deteksi : 5 7 meter.
· Output
: Digital TTL.
· Memiliki
setting sensitivitas.
· Memiliki
setting time delay.
· Dimensi
: 3,2 cm x 2,4 cm x 2,3 cm.
· Berat
: 10 gr.
j.
Buzzer
Buzzer
Features and Specifications
- Rated Voltage: 6V DC
- Operating Voltage: 4-8V DC
- Rated current: <30mA
- Sound Type: Continuous Beep
- Resonant Frequency: ~2300 Hz
- Small and neat sealed package
- Breadboard and Perf board
friendly
K. Switch
Features
• Constant
ON resistance for signals ±10V and 100 kHz connection diagram
• tOFF
< tON. break before make action
• Open
switch isolation at 1.0 MHz -50 dB
• < 1.0
nA leakage in OFF state • TTL. DTL. RTL direct drive compatibility
• Single
disable pin turns all sWitches in package OFF
L.
Sensor Hujan
Spesifikasi:
· Vin
: DC 5V 9V.
· Radius
: 180 derajat.
· Jarak
deteksi : 5 7 meter.
· Output
: Digital TTL.
· Memiliki
setting sensitivitas.
· Memiliki
setting time delay.
· Dimensi
: 3,2 cm x 2,4 cm x 2,3 cm.
· Berat
: 10 gr.
1.
Voltmeter
DC Voltemeter
merupakan alat ukur yang digunakan untuk mnegukur tegangan DC.
2. Baterai
Digunakan
sebagai sumber tegangan pada rangkaian.
Konfigurasi
pin
Spesifikasi
Bahan:
A. Resistor
Spesifikasi
resistor yang digunakan:
a.
Resistor 10 ohm
b.
Resistor 220 ohm
c.
Resistor 10k ohm
Datasheet
resistor
B.
Logic State
C. Transistor
NPN
Transistor NPN merupakan jenis transistor bipolar yang menggunakan arus
listrik kecil dan tegangan positif pada terminal Basis untuk mengendalikan
aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari Kolektor ke Emitor. Komponen ini
berfungsi sebagai penguat, pemutus dan penyambung (switching), stabilitasi
tegangan, modulasi sinyal, dan lain lain.
Spesifikasi
dan konfigurasi pin:
Spesifikasi
D. Relay
Relay
adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen
Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni
Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relay
menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga
dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang
bertegangan lebih tinggi.
Spesifikasi
tipe relay: 5VDC-SL-C
Tegangan coil: DC 5V
Struktur: Sealed type
Sensitivitas coil: 0.36W
Tahanan coil: 60-70 ohm
Kapasitas contact: 10A/250VAC, 10A/125VAC, 10A/30VDC, 10A/28VDC
Ukuran: 196154155 mm
Jumlah pin: 5
Konfigurasi Pin
Datasheet Relay
E. Dioda
Dioda
adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang
memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (kondisi panjar maju) dan
menghambat arus dari arah sebaliknya (kondisi panjar mundur).
F. LED
G. OP-AMP
Operational
Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah Op-Amp adalah salah satu dari
bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal listrik. Sebuah Op-Amp
terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan Kapasitor yang
terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk menghasilkan
Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas.
H. Motor
DC
Motor
Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi listrik
menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat disebut
sebagai Motor Arus Searah.
Konfigurasi
Pin
Pin 1 :
Terminal 1
Pin 2 :
Terminal 2
Spesifikasi
Motor DC
I.
Sensor Getar
Spesifikasi:
· Vin
: DC 5V 9V.
· Radius
: 180 derajat.
· Jarak
deteksi : 5 7 meter.
· Output
: Digital TTL.
· Memiliki
setting sensitivitas.
· Memiliki
setting time delay.
· Dimensi
: 3,2 cm x 2,4 cm x 2,3 cm.
· Berat
: 10 gr.
j.
Buzzer
Buzzer
Features and Specifications
- Rated Voltage: 6V DC
- Operating Voltage: 4-8V DC
- Rated current: <30mA
- Sound Type: Continuous Beep
- Resonant Frequency: ~2300 Hz
- Small and neat sealed package
- Breadboard and Perf board
friendly
K. Switch
Features
• Constant
ON resistance for signals ±10V and 100 kHz connection diagram
• tOFF
< tON. break before make action
• Open
switch isolation at 1.0 MHz -50 dB
• < 1.0
nA leakage in OFF state • TTL. DTL. RTL direct drive compatibility
• Single
disable pin turns all sWitches in package OFF
L.
Sensor Hujan
Spesifikasi:
· Vin
: DC 5V 9V.
· Radius
: 180 derajat.
· Jarak
deteksi : 5 7 meter.
· Output
: Digital TTL.
· Memiliki
setting sensitivitas.
· Memiliki
setting time delay.
· Dimensi
: 3,2 cm x 2,4 cm x 2,3 cm.
· Berat
: 10 gr.
3.Dasar teori[Kembali]
a.
Resistor
Resistor adalah komponen elektronika pasif yang memiliki nilai
resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur
arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika. Satuan Resistor adalah Ohm
(simbol: Ω) yang merupakan satuan SI untuk resistansi listrik. Resitor
mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan
listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut
berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan hukum Ohm (V
= I.R ).
Cara
menghitung nilai resistansi resistor dengan gelang warna:
1.
Masukkan angka langsung dari kode warna gelang pertama.
2.
Masukkan angka langsung dari kode warna gelang kedua.
3.
Masukkan angka langsung dari kode warna gleang ketiga.
4.
Masukkan jumlah nol dari kode warna gelang ke-4 atau pangkatkan angka tersebut
dengan 10 (10^n), ini merupakan nilai toleransi dari resistor.
b. Transistor NPN
Transistor merupakan alat
semikonduktor yang dapat digunakan sebagai penguat sinyal, pemutus atau
penyambung sinyal, stabilisasi tegangan, dan fungsi lainnya. Transistor
memiliki 3 kaki elektroda, yaitu basis, kolektor, dan emitor. Pada rangkaian
kali ini digunakan transistor 2SC1162 bertipe NPN. Transistor ini
diperumpamakan sebagai saklar, yaitu ketika kaki basis diberi arus, maka arus
pada kolektor akan mengalir ke emiter yang disebut dengan kondisi ON.
Sedangkan ketika kaki basis tidak diberi arus, maka tidak ada arus mengalir
dari kolektor ke emitor yang disebut dengan kondisi OFF. Namun, jika
arus yang diberikan pada kaki basis melebihi arus pada kaki kolektor
atau arus pada kaki kolektor adalah nol (karena tegangan kaki kolektor sekitar
0,2 - 0,3 V), maka transistor akan mengalami cutoff (saklar
tertutup).
Transistor
adalah sebuah komponen di dalam elektronika yang diciptakan dari bahan-bahan
semikonduktor dan memiliki tiga buah kaki. Masing-masing kaki disebut sebagai
basis, kolektor, dan emitor.
Emitor (E)
memiliki fungsi untuk menghasilkan elektron atau muatan negatif.
Kolektor
(C) berperan sebagai saluran bagi muatan negatif untuk keluar dari dalam
transistor.
Basis (B)
berguna untuk mengatur arah gerak muatan negatif yang keluar dari transistor
melalui kolektor.
Rumus:
C. Relay
Relay merupakan komponen
elektronika berupa saklar atau swirch elektrik yang dioperasikan secara listrik
dan terdiri dari 2 bagian utama yaitu Elektromagnet (coil) dan mekanikal
(seperangkat kontak Saklar/Switch). Komponen elektronika ini menggunakan
prinsip elektromagnetik untuk menggerakan saklar sehingga dengan arus listrik
yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih
tinggi. Berikut adalah simbol dari komponen relay.
Pada
dasarnya, Relay terdiri dari 4 komponen dasar yaitu :
1.
Electromagnet (Coil)
2.
Armature
3. Switch
Contact Point (Saklar)
4. Spring
Gambar
dari bagian-bagian relay
Kontak
Poin (Contact Point) Relay terdiri dari 2 jenis yaitu :
- Normally
Close (NC) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi
CLOSE (tertutup)
- Normally
Open (NO) yaitu kondisi awal sebelum diaktifkan akan selalu berada di posisi
OPEN (terbuka)
Konfigurasi
pin:
Spesifikasi:
d.
Dioda
Diode (diode) adalah komponen
elektronika aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai fungsi
untuk menghantarkan arus listrik ke satu arah tetapi menghambat arus listrik
dari arah sebaliknya. Berikut ini adalah fungsi dari dioda antara lain:
· Untuk
alat sensor panas, misalnya dalam amplifier.
· Sebagai
sekering(saklar) atau pengaman.
· Untuk
rangkaian clamper dapat memberikan tambahan partikel DC untuk sinyal AC.
· Untuk
menstabilkan tegangan pada voltage regulator
· Untuk
penyearah
· Untuk
indikator
· Untuk
alat menggandakan tegangan.
· Untuk
alat sensor cahaya, biasanya menggunakan dioda photo.
Simbol
dioda adalah :
Untuk
menentukan arus zenner berlaku persamaan:
Pada grafik
terlihat bahwa pada tegangan dibawah ambang batas tegangan mundur (reverse)
sebuah dioda akan tembus (menghantar) dan tidak bisa menahan lagi. Batas ini
disebut dengan area tegangan breakdown dioda. Kondisi dioda pada area ini
adalah tembus atau menghantar dan tidak menghambat. Kemudian pada level
tegangan diantara tegangan breakdown dan tegangan forward terdapat area
tegangan reverse dan tegangan cut off. Pada area ini kondisi dioda adalah
menahan atau tidak mengalirkan arus listrik.
e. Lampu
Lampu
Listrik adalah suatu perangkat yang dapat menghasilkan cahaya saat dialiri arus
listrik. Arus listrik yang dimaksud ini dapat berasal tenaga listrik yang
dihasilkan oleh pembangkit listrik terpusat (Centrally Generated Electric
Power) seperti PLN dan Genset ataupun tenaga listrik yang dihasilkan oleh
Baterai dan Aki.
Jenis
Jenis Lampu Listrik
Seiring
dengan perkembangan Teknologi, Lampu Listrik juga telah mengalami berbagai
perbaikan dan kemajuan. Teknologi Lampu Listrik bukan saja Lampu Pijar
yang ditemukan oleh Thomas Alva Edison saja namun sudah terdiri dari berbagai
jenis dan Teknologi. Pada dasarnya, Lampu Listrik dapat dikategorikan dalam
Tiga jenis yaitu Incandescent Lamp (Lampu Pijar), Gas-discharge Lamp (Lampu
Lucutan Gas) dan Light Emitting Diode (Lampu LED).
Lampu
Pijar (Incandescent Lamp)
Lampu
Pijar atau disebut juga Incandescent Lamp adalah jenis lampu listrik yang
menghasilkan cahaya dengan cara memanaskan Kawat Filamen di dalam bola kaca
yang diisi dengan gas tertentu seperti nitrogen, argon, kripton
atau hidrogen. Kita dapat menemukan Lampu Pijar dalam berbagai pilihan Tegangan
listrik yaitu Tegangan listrik yang berkisar dari 1,5V hingga 300V.
Lampu
Pijar yang dapat bekerja pada Arus DC maupun Arus AC ini banyak digunakan di
Lampu Penerang Jalan, Lampu Rumah dan Kantor, Lampu Mobil, Lampu Flash dan juga
Lampu Dekorasi. Pada umumnya Lampu Pijar hanya dapat bertahan sekitar
1000 jam dan memerlukan Energi listrik yang lebih banyak dibandingkan dengan
jenis-jenis lampu lainnya.
Lampu
Lucutan Gas (Gas discharge Lamp)
Lampu
lucutan gas menghasilkan cahaya dengan mengirimkan lucutan elektris melalui gas
yang terionisasi, misalnya pada plasma. Sifat lucutan gas sangat tergantung
pada frekuensi atau modulasi arus listriknya. Biasanya, lampu lampu ini
menggunakan gas mulia (argon, neon, kripton, dan xenon) atau campuran dari
gas-gas tersebut. Sebagian besar lampu-lampu ini juga mengandung bahan-bahan
tambahan, seperti merkuri, natrium, dan/atau halida logam.
Lampu LED
(Light Emitting Diode)
Lampu LED
adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan cahaya monokromatik
ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari
bahan semikonduktor. Warna warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung
pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan
sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai
pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.
f. OpAmp
Op-Amp
adalah salah satu dari bentuk IC Linear yang berfungsi sebagai Penguat Sinyal
listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa Transistor, Dioda, Resistor dan
Kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga memungkinkannya untuk
menghasilkan Gain (penguatan) yang tinggi pada rentang frekuensi yang luas.
Simbol
Karakteristik
IC OpAmp
·
Penguatan Tegangan Open-loop atau Av = ∞ (tak terhingga)
· Tegangan
Offset Keluaran (Output Offset Voltage) atau Voo = 0 (nol)
·
Impedansi Masukan (Input Impedance) atau Zin= ∞ (tak terhingga)
·
Impedansi Output (Output Impedance ) atau Zout = 0 (nol)
· Lebar
Pita (Bandwidth) atau BW = ∞ (tak terhingga)
·
Karakteristik tidak berubah dengan suhu
Inverting
Amplifier
Rumus:
NonInverting
Rumus:
Komparator
Rumus:
Adder
Rumus:
Bentuk
Gelombang
g. Motor DC
Motor
Listrik DC atau DC Motor adalah suatu perangkat yang mengubah energi
listrik menjadi energi kinetik atau gerakan (motion). Motor DC ini juga dapat
disebut sebagai Motor Arus Searah. Seperti namanya, DC Motor memiliki dua
terminal dan memerlukan tegangan arus searah atau DC (Direct Current) untuk
dapat menggerakannya. Motor Listrik DC ini biasanya digunakan pada
perangkat-perangkat Elektronik dan listrik yang menggunakan sumber listrik DC
seperti Vibrator Ponsel, Kipas DC dan Bor Listrik DC.
Prinsip
Kerja Motor DC
Terdapat
dua bagian utama pada sebuah Motor Listrik DC, yaitu Stator dan Rotor. Stator
adalah bagian motor yang tidak berputar, bagian yang statis ini terdiri dari
rangka dan kumparan medan. Sedangkan Rotor adalah bagian yang berputar, bagian
Rotor ini terdiri dari kumparan Jangkar. Dua bagian utama ini dapat dibagi lagi
menjadi beberapa komponen penting yaitu diantaranya adalah Yoke (kerangka
magnet), Poles (kutub motor), Field winding (kumparan medan magnet), Armature
Winding (Kumparan Jangkar), Commutator (Komutator) dan Brushes (kuas/sikat
arang).
Pada
prinsipnya motor listrik DC menggunakan fenomena elektromagnet untuk bergerak,
ketika arus listrik diberikan ke kumparan, permukaan kumparan yang bersifat
utara akan bergerak menghadap ke magnet yang berkutub selatan dan kumparan yang
bersifat selatan akan bergerak menghadap ke utara magnet. Saat ini, karena
kutub utara kumparan bertemu dengan kutub selatan magnet ataupun kutub selatan
kumparan bertemu dengan kutub utara magnet maka akan terjadi saling tarik
menarik yang menyebabkan pergerakan kumparan berhenti.
Untuk
menggerakannya lagi, tepat pada saat kutub kumparan berhadapan dengan kutub
magnet, arah arus pada kumparan dibalik. Dengan demikian, kutub utara kumparan
akan berubah menjadi kutub selatan dan kutub selatannya akan berubah menjadi
kutub utara. Pada saat perubahan kutub tersebut terjadi, kutub selatan kumparan
akan berhadap dengan kutub selatan magnet dan kutub utara kumparan akan
berhadapan dengan kutub utara magnet. Karena kutubnya sama, maka akan terjadi
tolak menolak sehingga kumparan bergerak memutar hingga utara kumparan
berhadapan dengan selatan magnet dan selatan kumparan berhadapan dengan utara
magnet. Pada saat ini, arus yang mengalir ke kumparan dibalik lagi dan kumparan
akan berputar lagi karena adanya perubahan kutub. Siklus ini akan berulang-ulang
hingga arus listrik pada kumparan diputuskan.
h.
Baterai
Baterai
adalah perangkat yang terdiri dari satu atau lebih sel elektrokimia dengan
koneksi eksternal yang disediakan untuk memberi daya pada perangkat listrik
seperti senter, ponsel, dan mobil listrik. Ketika baterai memasok daya listrik,
terminal positifnya adalah katode dan terminal negatifnya adalah anoda.
Terminal bertanda negatif adalah sumber elektron yang akan mengalir melalui
rangkaian listrik eksternal ke terminal positif. Ketika baterai dihubungkan ke
beban listrik eksternal, reaksi redoks mengubah reaktan berenergi tinggi ke
produk berenergi lebih rendah, dan perbedaan energi-bebas dikirim ke sirkuit
eksternal sebagai energi listrik. Secara historis istilah "baterai"
secara khusus mengacu pada perangkat yang terdiri dari beberapa sel, namun
penggunaannya telah berkembang untuk memasukkan perangkat yang terdiri dari
satu sel.
Prinsip
operasi
Baterai
mengubah energi kimia langsung menjadi energi listrik. Baterai terdiri dari
sejumlah sel volta. Tiap sel terdiri dari 2 sel setengah yang terhubung seri
melalui elektrolit konduktif yang berisi anion dan kation. Satu sel setengah
termasuk elektrolit dan elektrode negatif, elektrode yang di mana anion
berpindah; sel-setengah lainnya termasuk elektrolit dan elektrode positif di
mana kation berpindah. Reaksi redoks akan mengisi ulang baterai. Kation akan
tereduksi (elektron akan bertambah) di katode ketika pengisian, sedangkan anion
akan teroksidasi (elektron hilang) di anode ketika pengisian. Ketika digunakan,
proses ini dibalik. Elektrodanya tidak bersentuhan satu sama lain, tetapi
terhubung via elektrolit. Beberapa sel menggunakan elektrolit yang berbeda
untuk tiap sel setengah. Sebuah separator dapat membuat ion mengalir di antara
sel-setengah dan bisa menghindari pencampuran elektrolit.
i.
Sensor Vibration
Vibration sensor / Sensor getaran ini memegang
peranan penting dalam kegiatan pemantauan sinyal getaran karena terletak di
sisi depan (front end) dari suatu proses pemantauan getaran mesin. Secara
konseptual, sensor getaran berfungsi untuk mengubah besar sinyal getaran fisik
menjadi sinyal getaran analog dalam besaran listrik dan pada umumnya berbentuk
tegangan listrik. Pemakaian sensor getaran ini memungkinkan sinyal getaran
tersebut diolah secara elektrik sehingga memudahkan dalam proses manipulasi sinyal,
diantaranya:
- Pembesaran sinyal getaran
- Penyaringan sinyal getaran dari sinyal pengganggu.
- Penguraian sinyal, dan lainnya.
Sensor
getaran dipilih sesuai dengan jenis sinyal getaran yang akan dipantau. Karena
itu, sensor getaran dapat dibedakan menjadi:
-
Sensor penyimpangan getaran (displacement transducer)
-
Sensor kecepatan getaran (velocity tranducer)
-
Sensor percepatam getaran (accelerometer).
Pemilihan
sensor getaran untuk keperluan pemantauan sinyal getaran didasarkan atas
pertimbangan berikut:
-
Jenis sinyal getaran
- Rentang frekuensi pengukuran
- Ukuran dan berat objek getaran.
- Sensitivitas sensor
Berdasarkan
cara kerjanya sensor dapat dibedakan menjadi:
- Sensor aktif, yakni sensor yang langsung menghasilkan tegangan listrik
tanpa perlu catu daya
(power supply) dari luar, misalnya Velocity Transducer.
- Sensor pasif yakni sensor yang memerlukan catu daya dari luar agar
dapat berkerja.
Grafik
perbandingan frekuensi dengan sensitivitas sensor getaran :
j. Phototransistors
Phototransistors adalah perangkat
photojunction mirip dengan transistor kecuali bahwa sinyal yang diperkuat
adalah pasangan muatan yang dihasilkan oleh input optik. Seperti halnya
transistor, phototransistors dapat memiliki gain tinggi.
Fototransistor dapat dibuat pada silikon menggunakan junction p-dan n-type
atau dapat menjadi heterostructures. Gambar 56.8 menunjukkan sketsa struktur
phototransistor bipolar sederhana, yang pada dasarnya sama dengan transistor
bipolar sederhana. Perbedaan utama adalah persimpangan basis-kolektor yang
lebih besar, yang merupakan daerah peka cahaya. Hal ini menghasilkan
kapasitansi junction yang lebih besar dan, meskipun perangkat memiliki gain,
kapasitansi memberikan respon frekuensi phototransistors lebih rendah daripada
dioda.
GAMBAR
56.8 Representasi skematik dari phototransistor bipolar sederhana.
Perhatikan
bahwa phototransistor memiliki titik p-n yang besar
wilayah
yang merupakan bagian fotosensitif dari perangkat
Menggunakan
teknologi transistor film tipis (TFT) yang dikembangkan untuk display panel
datar, array besar phototransistors dapat dibuat pada silikon amorphous untuk
membentuk perangkat pencitraan yang dapat digunakan di tempat teknologi
pencitraan lain seperti tabung vidicon atau bahkan film. Contohnya adalah
detektor luas (ratusan sentimeter persegi) yang diselidiki untuk digunakan
dalam radiografi medis dengan menggabungkan susunan TFT dengan layar fosfor
radiografi [4] atau digabungkan ke film semikonduktor [5].
Struktur
Phototransistor
Photo
Transistor dirancang khusus untuk aplikasi pendeteksian cahaya sehingga
memiliki Wilayah Basis dan Kolektor yang lebih besar dibanding dengan
Transistor normal umumnya. Bahan Dasar Photo Transistor pada awalnya terbuat
dari bahan semikonduktor seperti Silikon dan Germanium yang membentuk struktur
Homo-junction. Namun seiring dengan perkembangannya, Photo Transistor saat ini
lebih banyak menggunakan bahan semikonduktor seperti Galium Arsenide yang
tergolong dalam kelompok Semikonduktor III-V sehingga membentuk struktur
Hetero-junction yang memberikan efisiensi konversi lebih tinggi. Yang dimaksud
dengan Hetero-junction atau Heterostructure adalah Struktur yang menggunakan
bahan yang berbeda pada kedua sisi persimpangan PN.
Photo
Transistor pada umumnya dikemas dalam bentuk transparan pada area dimana Photo
Transistor tersebut menerima cahaya.
Bentuk
dan Simbol Phototransistor
Photo
Transistor pada umumnya dikemas dalam bentuk transparan pada area dimana Photo
Transistor tersebut menerima cahaya. Berikut ini adalah bentuk dan
simbol Photo Transistor (Transistor Foto).
Prinsip
Kerja Photo Transistor
Cara kerja
Photo Transistor atau Transistor Foto hampir sama dengan Transistor normal pada
umumnya, dimana arus pada Basis Transistor dikalikan untuk memberikan arus pada
Kolektor. Namun khusus untuk Photo Transistor, arus Basis dikendalikan oleh
jumlah cahaya atau inframerah yang diterimanya. Oleh karena itu, pada umumnya
secara fisik Photo Transistor hanya memiliki dua kaki yaitu Kolektor dan Emitor
sedangkan terminal Basisnya berbentuk lensa yang berfungsi sebagai sensor
pendeteksi cahaya.
Pada
prinsipnya, apabila Terminal Basis pada Photo Transistor menerima intensitas
cahaya yang tinggi, maka arus yang mengalir dari Kolektor ke Emitor akan
semakin besar. untuk lebih jelaskan, lihat di pembuaatan simulasi rangkaian
sederhana dibawah.
Grafik
respon sensor Phototransistor
contoh
gambar grafik hubungan antara arus listrik dengan intensitas cahaya
k.
Gerbang Logika AND (IC 4081 )
Gerbang
AND (IC 4081) memerlukan 2 atau lebih Masukan (Input) untuk menghasilkan hanya
1 Keluaran (Output). Gerbang AND akan menghasilkan Keluaran (Output) Logika 1
jika semua masukan (Input) bernilai Logika 1 dan akan menghasilkan Keluaran
(Output) Logika 0 jika salah satu dari masukan (Input) bernilai Logika 0.
Konfigurasi
pin :
- Pin 7 adalah suplai negatif
- Pin 14 adalah suplai positif
- Pin 1 & 2, 5 & 6, 8
& 9, 12 & 13 adalah input gerbang
- Pin 3, 4, 10, 11 adalah
keluaran gerbang
Spesifikasi
:
- Catu daya : 3 V - 15 V
- Fungsi : Quad 2-Input AND Gate
- Propagation delay : 55 ns
- Level tegangan I/O : CMOS
- Kemasan : DIP 14-pin
l.
Seven Segment
Layar
tujuh segmen adalah salah satu perangkat layar untuk menampilkan sistem angka
desimal yang merupakan alternatif dari layar dot-matrix. Layar tujuh segmen ini
sering kali digunakan pada jam digital, meteran elektronik, dan perangkat
elektronik lainnya yang menampilkan informasi numerik.
m.
Decoder (IC 74247)
IC 74247,
merupakan IC TTL Decoder BCD to 7 Segment. IC ini berfungsi untuk mengubah kode
bilangan biner BCD (Binary Coded Decimal) menjadi data tampilan untuk
penampil/display 7 segment yang bekerja pada tegangan TTL (+5 volt DC).
n. Soil
moisture sensor
Soil
Moisture Sensor merupakan module untuk mendeteksi kelembaban tanah, yang dapat
diakses menggunakan microcontroller seperti arduino.Sensor kelembaban tanah ini
dapat dimanfaatkan pada sistem pertanian, perkebunan, maupun sistem hidroponik
mnggunakan hidroton.
Soil
Moisture Sensor dapat digunakan untuk sistem penyiraman otomatis atau untuk
memantau kelembaban tanah tanaman secara offline maupun online. Sensor yang
dijual pasaran mempunyai 2 module dalam paket penjualannya, yaitu sensor untuk
deteksi kelembaban, dan module elektroniknya sebagai amplifier sinyal.
Jika
menggunakan pin Digital Output maka keluaran hanya bernilai 1 atau 0 dan harus
inisalisasi port digital sebagai Input (pinMode(pin, INPUT)). Sedangkan jika
menggunkan pin Analog Output maka keluaran yang akan muncul adalah sebauah
angka diantara 0 sampai 1023 dan inisialisasi hanya perlu menggunkan
analogRead(pin).
CARA KERJA
SENSOR
Pada saat diberikan catudaya dan disensingkan pada tanah, maka nilai Output
Analog akan berubah sesuai dengan kondisi kadar air dalam tanah.
Pada saat
kondisi tanah :
· Basah
: tegangan output akan turun
· Kering
: tegangan output akan naik
Tegangan
tersebut dapat dicek menggunakan voltmeter DC. Dengan pembacaan pada pin ADC
pada microcontroller dengan tingkat ketelitian 10 bit, maka akan terbaca nilai
dari range 0 – 1023. Sedangkan untuk Output Digital dapat diliat pada nyala led
Digital output menyala atau tidak dengan mensetting nilai ambang pada
potensiometer.
· Kelembaban
tanah melebihi dari nilai ambang maka led akan padam
· Kelembaban
tanah kurang dari nilai ambang maka led akan menyala
O.
Sensor infrared.
Sensor
Infrared adalah suatu komponen elektronika yang berfungsi mendeteksi adanya
objek dengan pancaran infra merah.
Gambar.2.Sensor
IR.
Grafik
Respon Sensor
sensor
getar
Phototransistor
Grafik
sensor Infrared :
Grafik
Rain sensor
4.Percobaan[Kembali]
Soil
moisture sensor diletakkan pada bagian tanah ladang dan berfungsi untuk
mendeteksi tingkat kelembapan tanah sebagai sistem kontrol irigasi otomatis.
Pada sensor ini terdapat dua kondisi yaitu resistansi tinggi menunjukkan tanah
lembab sedangkan resistansi rendah menunjukkan tanah kering. Saat kondisi awal
tanah dalam keadaan kering maka resistansi sensor rendah sehingga sensor
menjadi aktif. Output sensor dihubungkan menuju induktor lalu diteruskan ke IC
7404 sebagai inverter. Tegangan keluaran IC 7404 sebesar +4,99 volt kemudian
dihubungkan ke IC 7408. Karena kedua input IC 7408 berlogika 1 maka output IC
juga berlogika 1 dengan tegangan sekitar 0,91 volt sehingga transistor aktif.
Arus kemudian mengalir dari Vcc menuju resistor dan relay lalu diteruskan ke
kolektor dan emitor transistor menuju ground. Akibatnya relay aktif dan switch
berpindah sehingga motor pupuk otomatis bekerja. Kondisi aktif ditandai dengan
LED hijau menyala.
Pada
sensor kelembapan tanah ini juga digunakan pengaturan potensiometer. Jika nilai
kelembapan tanah menunjukkan lebih dari 71% maka motor air dan motor pupuk akan
mati karena kondisi tanah sudah lembab. Sebaliknya jika tanah dalam kondisi
kering maka sistem irigasi dan pemupukan otomatis akan aktif.
Phototransistor
diletakkan pada bagian penampung air dan digunakan untuk mendeteksi cahaya
matahari. Saat sensor mendeteksi cahaya maka resistansi sensor menjadi rendah
sehingga arus mengalir dari Vcc menuju sensor. Output sensor dihubungkan ke
kaki non-inverting op-amp sedangkan kaki inverting dihubungkan ke potensiometer
sehingga bekerja sebagai rangkaian komparator non-inverting. Ketika tegangan
pada kaki non-inverting lebih besar dibanding kaki inverting maka output op-amp
mengalami saturasi positif. Output tersebut diteruskan menuju resistor lalu
menuju IC 7408. Salah satu input IC 7408 juga dihubungkan dengan output sensor
kelembapan tanah. Ketika tanah dalam keadaan kering maka output sensor
kelembapan berlogika 1 sehingga output IC 7408 juga berlogika 1 dengan tegangan
sekitar 5 volt. Tegangan ini cukup untuk mengaktifkan MOSFET sehingga relay
aktif dan motor air hidup untuk melakukan pengairan ladang secara otomatis.
Pada malam hari relay berpindah posisi sehingga lampu penerangan area ladang
otomatis menyala.
Rain
sensor diletakkan di atas penampungan air dan berfungsi untuk mendeteksi hujan.
Ketika sensor mendeteksi adanya air hujan maka sensor akan berlogika 1 dan
menghasilkan output sebesar 5 volt. Tegangan ini diumpankan menuju resistor dan
transistor sehingga transistor aktif. Dioda digunakan sebagai pembatas tegangan
pada sumber. Saat relay aktif maka motor penggerak penutup penampungan air akan
bergerak secara otomatis untuk melindungi penampungan air dan sistem ladang
dari air hujan berlebih. Jika motor bergerak ke kanan maka penutup terbuka,
sedangkan jika motor bergerak ke kiri maka penutup tertutup. LED hijau
digunakan sebagai indikator sensor aktif dan LED merah sebagai indikator sensor
tidak aktif.
Infrared
sensor diletakkan pada akses masuk area ladang dan berfungsi untuk mendeteksi
jumlah aktivitas atau pekerja yang melewati area tersebut. Ketika seseorang
melewati sensor maka infrared akan mendeteksi objek dan menghasilkan output
sebesar 5 volt. Tegangan tersebut diteruskan menuju resistor lalu menuju
rangkaian demultiplexer dan digit counter. Sebelum masuk ke clock, sinyal
terlebih dahulu dihubungkan ke gerbang NOT. Saat terjadi logika 1 pada clock
maka digit counter akan melakukan proses counter up sehingga angka pada seven
segment bertambah satu setiap kali ada aktivitas yang terdeteksi. Sistem
menggunakan dua buah seven segment sehingga jumlah aktivitas yang dapat
ditampilkan mencapai 99.
Pada
sistem seven segment digunakan IC 74247 sebagai decoder BCD to seven segment
untuk menampilkan status kerja sistem kontrol ladang otomatis. Adapun logika
yang digunakan yaitu:
- Logika 0 : motor air dan motor
pupuk mati
- Logika 1 : motor pupuk aktif
- Logika 2 : motor air aktif
- Logika 3 : motor air dan motor
pupuk aktif
- Logika 4 : sensor hujan aktif
- Logika 5 : sensor hujan aktif
dan sensor vibration aktif
- Logika 6 : sensor hujan aktif dan phototransistor aktif



Komentar
Posting Komentar