Pada percobaan inverting non amplifier adder ini, nilai tegangan input yang diberikan pada V1 dan V2 akan dialirkan menuju line input penguat adder non inverting berturut-turut melalui R1, R2. Pada percobaan inverting non amplifier adder ini menggunakan besaran Resistor referensi (Rf) yang telah ditetapkan pada jurnal sebesar 20k ohm.Besarnya penguatan tegangan (Av) pada rangkaian penguat penjumlah non-inverting diatas di atur oleh Resistor feedback (Rf) dan resistor inverting (Ri), atau bisa dibilang prinsip kerja pada pratkum ini adder non inverting amplifier tegangan masukan V1 dan V2 akan mengalir memasuki R1 dan R2 lalu menuju ke satu titik yang disebut titik Vm.titik Vm merupakan suatu nilai rata-rata masukkan tegangan dalam sebuah rangkaian. Tegangan tersebut akan diteruskan menuju kaki non inverting op amp dan menuju ke Vout. dari Vout tegangan akan mengalir ke Rf menuju ke Rin yang ada pada kaki Inverting op amp. Selanjutnya arus akan diteruskan ke ground. Untuk menentukan besarnya nilai keluaran dari rangkaian adder non inverting amplifier
Besarnya tegangan output (Vout) dari rangkaian adder/penjumlah non inverting di atas dapat dirumuskan sebagai berikut.
Besarnya penjumlahan sinyal masukan tersebut bernilai positif karena penguat operasional dioperasikan pada mode non membalik (non inverting).
Analisa prinsip kerja dari rangkaian adder non inverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan!
Pada saat percobaan dapat kita ketahui bahwaRangkaian adder non inverting merupakan rangkaian yang berfungsi menjumlahkan nilai tegangan yang masuk ke dalam rangkaian, sehingga outputnya merupakan total jumlah inputan. Berdasarkan percoban, dengan Rf sebesar 20.20k ohm dan masing masing R1 dan R2 sebesar 10k ohm, serta nilai V1 dan V2 yang mendekati angka yang telah ditentukan oleh jurnal,
Prinsip kerja pada percobaan ini yaitu nilai tegangan input yang diberikan (V1 dan V2) di hubungkan dengan hambatan yaitu R1,R2, lalu masuk ke kaki non inverting op amp dan menuju ke Vout. Dari Vout, tegangan akan mengalir ke Rf menuju ke Rin yang ada pada kaki Inverting op amp. Selanjutnya, arus akan diteruskan ke ground.
Dari 4 percobaan terbukti bahwa adanya penguatan yang terjadi. Seperti pada percobaan dengan input V1 bernilai 2 V dan V2 bernilai 4 Volt, menghasilkan output sebesar 7,83Volt. Vout bernilai positif membuktikan bahwa rangkaian adder non inverting penguat operasional dioperasikan pada mode non membalik (non inverting).
Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya
jurnal non inverting adder amplifier
data perhitungan non inverting amplifier
Pada pratikum yang telah dilakukan kita dapat mengetahui, nilai perhitungan memiliki selisih nilai yang tidak jauh berbeda, bahkan hampir mendekati nilai dari data pengukuran. Adanya selisih nilai yang terjadi pada nilai perhitungan dan percobaan yang telah dilakukan. bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurang tepatnya praktikan dalam mengambil data, serta adanya hambatan dalam dari komponen/alat pada rangkaian.
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Komponen 4. Landasan Teori 5. Flowchart dan Listing Program 6. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja 7.Video Simulasi 8. Download INCUBATOR TELUR OTOMATIS 1. Pendahuluan [Kembali] Latar Belakang Proses pengeraman telur oleh induk ayam secara alami memang telah berlangsung sejak lama, namun metode ini memiliki berbagai keterbatasan yang menyebabkan efisiensi penetasan telur menjadi rendah. Salah satu permasalahan utama adalah ketergantungan terhadap kondisi suhu incubator yang tidak selalu stabil. Suhu dan kelembaban yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan embrio telur sering kali tidak dapat dijaga secara konstan oleh induk ayam, terutama ketika terjadi perubahan cuaca ekstrem atau gangguan dari lingkungan sekitar. Selain itu, induk ayam hanya mampu mengerami dalam jumlah terbatas, dan sangat rentan terhadap stres yang dapat mengganggu proses pengerama...
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat Dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan 5. Rangkaian Simulasi 6. Video 7. Download file KONTROL LADANG OTOMATIS 1. Tujuan [Kembali] Mempelajari rangkaian aplikasi multiplexer, demultiplexer, encoder, dan decoder pada sistem kontrol ladang otomatis. Mempelajari prinsip kerja aplikasi kontrol ladang otomatis menggunakan rain sensor, vibration sensor, soil moisture sensor, dan phototransistor sebagai sistem monitoring dan pengendalian kondisi ladang. Mempelajari simulasi rangkaian aplikasi kontrol ladang otomatis berbasis Proteus. 2. Alat Dan Bahan [Kembali] 1. Voltmeter DC Voltemeter merupakan alat ukur yang digunakan untuk mnegukur tegangan DC. 2. Baterai Digunakan sebagai sumber tegangan pada rangkaian. Konfigurasi pin Spesifikasi Bahan: A. Resistor ...
Incubator Bayi [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat Dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan 5. Rangkaian Simulasi 6. Video 7. Download file 1. TUJUAN [Kembal ] Mengetahui pembuatan incubator dengan proteus Mengetahui cara kerja sensor suhu sensor suhu LM35, sound sensor, dan sensor LDR. Dapat membuat rangkaian incubator menggunakan sensor suhu LM35, sound sensor, dan sensor LDR. 2. ALAT DAN BAHAN [Kembali] A. Sumber Tegangan DC Spesifikasi Battery: klasifikasi:Alkalin sistem kimia:zinc-manganese dioxide(Zn/MnO2) penunjukan:ANSI 1604A, IEC-6LF22 atau 6LR61 tegangan nominal:9.0 volt suhu operasi:-18C hingga 55C berat khas:45gram volume umum:21sentimeter kubik shelf life:5tahun pada 21C terminal:jepretan miniatur Bate...
Komentar
Posting Komentar